Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2009

Star Wars “Episode tuegue”

Cita cita berawal dari mimpi !!

Akan hadir film fiksi ilmiah perdana dari negeri kita pesaing berat film Hollywood (star trek dan transformers) judulnya star wars ‘episode tuegue’ huaaaw…..simply impossible (looh!?). Memang dunia perfilman di Negara kita beberapa sudah cukup bagus dalam menyajikan unsur penyampaian pesan dari inti materi, baik drama maupun komedi namun kalau horrornya boring!!.

Star wars ‘episode tuegue’ film yang berkonsepkan peperangan antariksa dengan konsep penggabungan budaya Jogjakarta (hah.. seandainya saja ada yang mengangkat konsep ini, pasti laris manis hihi..). Sebenarnya hal tersebut sudah cukup banyak penggabungan konsep antara teknologi dan budaya radikal disatukan seperti halnya di film Hollywood, contoh halnya film the fifth element (karya film tahun 90an salah satu pemain utamanya bruce willis) di salah satu animasi produknya masih mencantumkan budaya radikal, contohnya kapal klasik pedagang tradisional asal cina yang sudah menggunakan teknologi modern alias bisa terbang. Kenapa perfilman kita tidak mau meniru dan mencoba mengambil konsep action fiksi ilmiah seperti itu tanpa menghilangkan unsur budaya sendiri?? mampukah? mahal modalnya, jawabannya berat di ongkos (klasik dan caapee=kata Alm mbah Surip). Ayoo maju terus perfilman indonesia….


Rabu, 04 Februari 2009

Come Down To Earth

Sudahkah hijau bumi ini dan sudahkah mata hati kita melihat dan berbuat?


Pada musim/cuaca Indonesia tentunya, di musim kemarau sudah wajar kalau panas dan di musim hujan sudah wajar kalau dingin (sehabis hujan). Tapi lain dengan kondisi sekarang, kondisi cuaca ga menentu dan sering terjadi bencanalah atau penyakitlah yang ada di amana-mana. Inilah semua akibat dari perbuatan kita kemarin-kemarin, yang terlalu mengabaikan alam ini. Contoh kasus kecil Sering mengabaikan sampah anorganik (mengurangi/mendaur ulang??)dan organik (memisahkannya), mengabaikan pengurangan dampak polusi/CO2 (penghijauan, hemat energy listirik) dan itu sebagian kecil saja dan masih banyak lagi. Sebenarnya semuanya kembali tergantung pada kemauan berpikir dan berbuat kita sendiri untuk merubah pola hidup ini menjadi lebih peduli untuk sehat dan cermat untuk alam ini. Cradle to cradle, wooo ni wajib di tanamin di otak kita. Ayoo mulailah dari kita sendiri. Lets go to green.

Kamis, 01 Januari 2009

Oh Layanganku


Mana anginku… ayoo terbang.

Permainan masa kecilku layang-layang terbuat dari kertas minyak waktu itu harga masih 150 perak di awal tahun 90-an yang sampai saat ini masih menjadi permainan yang cukup mengasyikan pada musimnya, dan seakan-akan membuat pikiran ini ikut terbang melayang. Seberapa tinggi layanganmu terbang? Itu jelas tergantung cuaca, angin dan ygng cara memainkannya. Seberapa semangatmu untuk memperoleh kemenangan “tanding” atau bahkan mungkin kepuasan mendapatkan dari hasil perolehan layang layang lawanmu yang kalah? Wah kalau dipikir pikir semangat ketika masih anak-anak semangat kita tinggi. Mungkin karena beban pikiran dan resiko hidup masih terlalu kecil. Sekarang ini pertanyaanku, apakah bisa cita- citaku ini bisa setinggi langit ibarat layanganku? “trying to hope more” jawaban klasik tentunya harus bisa, tergantung usahanya. Yang kubenci sekarang hanyalah angin Negara ini yang penuh dengan sekenario yang berulang-ulang dan menjenuhkan.

Selasa, 04 November 2008

Kebebasan Hidup


Kapan terakhir kita merasakan kebebasan hidup?Hi.hi. Emang sih makna kebebasan sangatlah global. Contoh sederhana sering kita tanpa sadari kebebasan hidup ini kita abaikan saja dengan hal hal yang kurang penting sehingga lebih banyak kehilangan waktu dibanding moment hidup yang positif dan kreatif. Kecuali membentuk hidup ini dengan kebebasan berkarya seni itu barulah dikatakan relatif. Tapi terkadang pemikiran manusia terjebak akan kebebasan yang tak terarah, positif jadi negatif dan negatif jadi positif. Kebolak balik, dan itu juga bagian dari kebebasan berkarya seni.. naaah looh...karya siapakah itu? Tanyakan aja pada hati dirimu sendiri. Dasar dari konsep hidup harus selalu dilandasi unsur mana yang baik, mana yang salah, dan apa dampaknya. Oleh karena itu yang kita perlukan Iman, Moral, Ilmu Pengetahuan, dan Hati.

Jumat, 31 Oktober 2008

WORKAHOLIC

Lembur.... MAU??

Begini nih salah satu dampak terlalu lama dekat monitor untuk mendapatkan hasil kerja yang “sempurna”. Target yang harus selesai besok pagi. Maklum tuntutan profesi. Terkadang sampai sampai berimaginasi wajah Bos mirip banget dengan design 2D ciptaannya sendiri hi.hi. maklum Bosnya galak banget (“awas ada bos galak” hi.hi.). Bekerja jadi tidak enjoy akibat dari under pressure di lingkungan kerja, yaah hasilnya jadi cakadut. Tips untuk para “gila kerja” sangat perlu dicamkan untuk konsep dasar. Kerja itu untuk mendapatkan uang. Uang untuk kebutuhan hidup dan faktor salah satunya bagian dari kenikmatan hidup. Tetapi kenikmatan hidup akan susah dicari apabila kita tidak bisa menikmatinya. Karena pada intinya Harta itu adalah Jembatan bukan tujuan. (So, ENJOY bro…)