Kamis, 01 Januari 2009

Oh Layanganku


Mana anginku… ayoo terbang.

Permainan masa kecilku layang-layang terbuat dari kertas minyak waktu itu harga masih 150 perak di awal tahun 90-an yang sampai saat ini masih menjadi permainan yang cukup mengasyikan pada musimnya, dan seakan-akan membuat pikiran ini ikut terbang melayang. Seberapa tinggi layanganmu terbang? Itu jelas tergantung cuaca, angin dan ygng cara memainkannya. Seberapa semangatmu untuk memperoleh kemenangan “tanding” atau bahkan mungkin kepuasan mendapatkan dari hasil perolehan layang layang lawanmu yang kalah? Wah kalau dipikir pikir semangat ketika masih anak-anak semangat kita tinggi. Mungkin karena beban pikiran dan resiko hidup masih terlalu kecil. Sekarang ini pertanyaanku, apakah bisa cita- citaku ini bisa setinggi langit ibarat layanganku? “trying to hope more” jawaban klasik tentunya harus bisa, tergantung usahanya. Yang kubenci sekarang hanyalah angin Negara ini yang penuh dengan sekenario yang berulang-ulang dan menjenuhkan.

Fire Works


Selamat tahun baru 2009

“harapan, Semoga seluruh rakyat Indonesia khususnya kelas menengah ke bawah lebih diperhatikan nasib dan kemakmurannya oleh pemerintah yang terlalu banyak omong kosong dengan sandiwaranya”.

memang dalam hal ini sering banyak terjadi kontroversi di tahun yang baru. Suatu harapan yang baik di tahun yang baru pasti muncul di benak pikiran kita. Tetapi coba kita lihat kilas balik pada akhir akhir ini di tahun 2008, kondisi dunia yang saat ini dari keterpurukan perekonomian dunia atau krisis global yang mengakibatkan Negara kita tercinta pun ikut terkena dampaknya. Nah coba fenomenal itu terjadi karena ada aksi dan reaksi, kalau kita bahas ini akan terlalu banyak. Kita perhatikan hal yang sepele saja di sekitar kita, kenapa kok tiap ada pergantian tahun selalu ada kembang api (firework)? Why…? Apakah ini karena suatu budaya tiap tahun yang harus dirayakan dengan hal ini atau bisa dikatakan kesenangan sesaat untuk menghasilkan suatu bunga cahaya di langit dalam waktu singkat dengan biaya yang tidak sedikit… loooh katanya Negara ini lagi krisis ekonomi…yaah emang ga begitu masalah sih, mungkin ini bagian dari kesenangan saja kali ya (buat orang yang banyak duit yang ingin enjoy dengan hasil suxesnya atau malah cuman pingin sekedar ingin buang-buang uang receh bokap/nyokap saja). Yang sulit terpikirkan, apa sudah pas kondisinya firewok dibalik keprihatinan Negara ini. Ibarat pesta dibalik kesedihan dan tangisan.

Seberapa Seriuskah?


Kalo dibilang serius sih mimik wajah ini cukup serius, tapi kok? Hi.hi. Ketika terekam camera di salah satu warung yang di Jogjakarta. Setelah kuamati beberapa orang yang sedang sibuk on line di beberapa café maupun warung biasa yang menyediakan fasilitas free hot spot (survey memang belum rata sih dan asal aja) di kota Jogjakarta. Mungkin karena di kota ini banyak pelajar atau mahasiswanya dibandingin sama yang orang yang berstatus bekerja. Yaah jadi rata-rata kaum muda belia he.he. maksudnya yang ada di lokasi. jadi sekilas yang aku liat di layar monitor mereka (hi.hi. sory frend ngintip dikit ya) sebagian besar yang mereka membuka situs berhubungan dengan sosial maksudnya seperti halnya freindster, facebook, hi5, chat dan sebagian sih ngeblog dan buka web informasi aja. Lucu aja mimik wajah mereka yang pada serius, terkadang lain banget dengan wajahnya ketika narsis di pampang salah satu situsnya hi.hi. yaah inilah indonesiaku yang penuh dengan wajah wajah yang misterius. Daftar web pengunjung terlaris saat ini bisa dilihat di www.alexa.com